Home » Jaket Kulit » Penjualan Jaket Kulit Tahun ini, Lesu
Filed: Jaket Kulit

Empat tahun terakhir ini masyarakat dunia mengeluhkan pertumbuhan ekonomi negaranya yang lesu. Di Indonesia sendiri, sejak pada dua tahun terakhir menjelang lengsernya pemerintahan Bapak SBY, pertumbuhan ekonomi masih mengkhawatirkan. Penjualan jaket kulit tak luput dari dampak kondisi dunia internasional seperti ini. Harapan masyarakat kepada pemerintahan Jokowi-JK untuk menggairahkan kembali dunia usaha masih belum bisa diwujudkan.

Salah satu isu penting yang sangat dirasakan langsung oleh kalangan pengusaha di setiap levelnya adalah turunnya daya beli masyarakat dari tahun ke tahun pada kurun empat tahun terakhir ini. Disamping perubahan trend belanja masyarakat yang telah bergeser dari belanja pakaian ke peralatan komunikasi yang mutakhir setiap setiap saat.

Tak luput dari dampak ini adalah penjualan jaket kulit kami. Para pengusaha menengah yang memproduksi dan menjual jaket kulit mengeluhkan angka penjualan yang terus merosot dengan tajam. Saya sendiri merasakan langsung merosotnya angka penjualan baik secara offline, online, eceran perorangan maupun pesanan dalam bentuk partai dari perusahaan-perusahaan. Jika pada 5 tahun lalu kami mendapatkan pesanan dari perusahaan-perusahaan domestik untuk membeli jaket dalam jumlah puluhan bahkan ratusan hampir empat kali dalam setahun maka pada tahun-tahun ini kami hanya mendapatkan pesanan dari satu perusahaan saja. Bahkan kami pernah tidak mendapatkan satu pesanan pun dalam bentuk partai.

Jika anda berkunjung ke Sukaregang – Garut yang merupakan sentral pengrajin dan penjualan produk kulit sekarang ini anda akan lebih sering mendapati produk dalam bentuk tas atau aksesoris produk kulit yang kecil seperti dompet dan sabuk. Toko-toko yang semula menjual jaket kulit kali ini penuh disesaki oleh tas kulit wanita. Hal ini disebabkan karena penjualan jaket kulit yang menurun tajam sehingga para produsen jaket beralih memproduksi barang jualan yang lebih murah terutama dalam bentus tas wanita. Sedangkan untuk jaket kulit sendiri nampkanya meraka kurang bergairah untuk membuatnya.

Menyikapi fenomena ini tentu saja kami sangat berharap kepada pemerintah untuk kembali menghidupkan dunia usaha dengan berbagai macam terobosan yang jitu. Kami tidak membutuhkan pencitraan dan propaganda. Kami merasakan langsung akibat dari dibukanya kran impor produk sandang (termasuk jaket kulit sintetis) dari Tiongkok yang membanjiri pasar yang tentu saja mempersempit raung gerak penjualan kami.

Related Post Penjualan Jaket Kulit Tahun ini, Lesu

Tas Kulit Asli Bahan Kulit Sapi

Tas Kulit Wanita dari Garut

Tali Tas Kulit – Produk Kami yang Baru

Kulit Domba di Idul Adha

Topi Kulit Model Koboy